PROLOG UNTUK IBU BINTANG
Di penghujung langit merah ,
Ketika musim gersang demit, bumi rindu merah merekah,
mengalir derasnya air sungai kinta,
yang jernih benar airnya pada hari ini,
dengan titisan air mata anak melayu,
melayu sekolah pusaka bumi kinta,
melayu maha segala melayu,
melayu sekolah melayu,
Dan,
setelah sekian lama ku disini,
ku tuli sebuah puisi sebelumku pergi mengenggam memori,
di penjuru kamar hati,
ku lontarkan harapanku dan kepercayaanku,
bahwa kau bukan sekadar tiang-tiang bisu,
bukan sekadar dinding sejuk membeku,
kerna kau buatku sedar,
manusia bukan semuanya manusia,
orang buta bukan semuanya tidak nampak,
orang bisu pun boleh berkata,
inikan pula yang cacat berlari ketawa,
Dan,
setelah lima musimku disini,
aku yakin, dan berani aku bersumpah,
bahwa kau seorang guru,
petah bicaramu,
bahwa kau juga seorang ibu,
Damainya aku ketika angin Ipoh bertiup nan salju,
Kerna kau telah mendidikku, kau telah merubah bangsa melayu,
Kau bintangku,
Guru, ajarlah adik-adikku dengan baik,
biar dia jadi ningrat berilmu,
biar dia merubah bangsaku, bangsa melayu,
Ibu damaikanlah adik-adikku dengan baik,
biar dia tahu apa itu rindu,biar dia tahu apa itu derita,
biar dia rasa masa-masa duka,biar dia tahu erti masa-masa suka,
Terima Kasih Ibu bintang,
Jaga dirimu baik-baik,
Di penghujung langit merah ,
Ketika musim gersang demit, bumi rindu merah merekah,
mengalir derasnya air sungai kinta,
yang jernih benar airnya pada hari ini,
dengan titisan air mata anak melayu,
melayu sekolah pusaka bumi kinta,
melayu maha segala melayu,
melayu sekolah melayu,
Dan,
setelah sekian lama ku disini,
ku tuli sebuah puisi sebelumku pergi mengenggam memori,
di penjuru kamar hati,
ku lontarkan harapanku dan kepercayaanku,
bahwa kau bukan sekadar tiang-tiang bisu,
bukan sekadar dinding sejuk membeku,
kerna kau buatku sedar,
manusia bukan semuanya manusia,
orang buta bukan semuanya tidak nampak,
orang bisu pun boleh berkata,
inikan pula yang cacat berlari ketawa,
Dan,
setelah lima musimku disini,
aku yakin, dan berani aku bersumpah,
bahwa kau seorang guru,
petah bicaramu,
bahwa kau juga seorang ibu,
Damainya aku ketika angin Ipoh bertiup nan salju,
Kerna kau telah mendidikku, kau telah merubah bangsa melayu,
Kau bintangku,
Guru, ajarlah adik-adikku dengan baik,
biar dia jadi ningrat berilmu,
biar dia merubah bangsaku, bangsa melayu,
Ibu damaikanlah adik-adikku dengan baik,
biar dia tahu apa itu rindu,biar dia tahu apa itu derita,
biar dia rasa masa-masa duka,biar dia tahu erti masa-masa suka,
Terima Kasih Ibu bintang,
Jaga dirimu baik-baik,
ditujkn khas utk f5 dan old boys..hrp x trslh fhm mnjdi prkaumn....skian tima kasih
ReplyDelete